Maret 19, 2011

kresek lawan bakteri korin

Assalamualaikum
bakteri korin
Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Klinik Pertanian Dispertan Demak belakangan ini melakukan pengembangbiakan bakteri korin (Corynebacterium). Bakteri tersebut selanjutnya digunakan sebagai pembasmi bakteri xanthomonas.

Seperti diketahui, bakteri xanthomonas sangat berbahaya bagi tanaman padi. Jika terinfeksi xanthomonas, daun tanaman padi akan berwarna kuning hingga bentuknya menyerupai jerami. Bakteri tersebut mengakibatkan tanaman kehilangan produktifitas bahkan mati, baik pada tanaman yang sudah berumur tua sekalipun.

Menurut Kepala Dispertan Demak Ir Wibowo, pengembangbiakan bakteri korin dilakukan untuk mendukung upaya pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) secara hayati. ”Kita manfaatkan organisme hidup untuk mengendalikan OPT. Kongkritnya, kita berdayakan bakteri korin untuk memerangi xanthomonas. Sejauh ini terbukti ampuh,” ungkapnya.

Sekretaris Dispertan Demak Ir Hari Adi Susilo menjelaskan, pada musim tanam pertama ini sebanyak 19 hektare areal tanaman padi di Kecamatan Karanganyar dan Sayung terserang bakteri xanthomonas. Namun intensitasnya ringan dan belum merugikan petani. ”Untuk melakukan pengendalian kita gunakan bakteri korin. Sebisa mungkin kita sarankan petani untuk tidak menggunakan pestisida,” terangnya.

Disampaikan pula, penggunaan bakteri korin untuk memerangi xanthomonas bisa dilakukan dengan metode semprot. Idealnya, penyemprotan dilakukan ketika tanaman berumur 14, 28 dan 42 hari setelah tanam. ”Dosisnya, 70 mililiter formulasi bakteri korin dicampurkan ke 14 liter air digunakan untuk menyemprot 1 hektar tanaman padi,” terangnya.

Hari menambahkan, pihaknya juga masih melakukan riset pengendalian hayati untuk membasmi wereng. Yakni memanfaatkan beauveria bassiana, atau cendawan yang dikenal sebagai musuh serangga. ”Di daerah lain jamur ini cukup ampuh digunakan untuk mengendalikan hama wereng. Saat ini tengah kita uji apakan juga cocok untuk iklim Demak. Kalau cocok, akan segera kita sosialisasikan ke petani.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Cari Blog Ini

Memuat...

Pengikut